Pelindo IV Raih 3 Penghargaan Green Port, Bukti Standar Kelas Pelabuhan Internasional

14 Desember 2019 | Rilis Berita

INAPORT4 – Sebanyak tiga pelabuhan milik PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) berhasil meraih penghargaan “Green Port” dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan bahwa penghargaan “Green Port” tersebut diberikan kepada dua pelabuhan cabang Kelas Utama yaitu Pelabuhan Makassar dan Terminal Petikemas Makassar serta satu pelabuhan Kelas I yakni Cabang Balikpapan.

Dari sembilan cabang pelabuhan yang meraih penghargaan Green Port, tiga di antaranya adalah pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo IV. “Kami mengucapkan banyak terima kasih atas penghargaan yang telah diraih. Namun tentunya semua ini berkat kerja keras dan kerja sama dari seluruh manajemen yang ada, mulai dari direksi hingga seluruh karyawan. Juga atas kerja sama dengan stakeholder di lingkungan Pelindo IV,” katanya.

PT Pelindo IV sendiri pada sekitar awal 2019 lalu telah meresmikan program elektrifikasi bongkar muat berupa mini power plant di Terminal Petikemas Makassar (TPM), sebagai salah satu upaya Perseroan untuk mendorong Pelabuhan Makassar menuju green port atau pelabuhan hijau.

Menurutnya, penempatan mini power plant guna meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar dan peningkatan produktivitas sekitar 20%-30%.

Dengan mini power plant jelas Farid, penggunaan bahan bakar akan terkoreksi menjadi lebih efisien sebesar 70%, dari solar ke listrik. Mini power plant juga berpotensi mengurangi emisi gas buang dari peralatan yang selama ini beroperasi.

Selama ini, alat bongkar muat di TPM cenderung menggunakan bahan bakar solar saat dioperasikan. Dengan kehadiran mini power plant ini, penggunaan solar akan terus ditekan. “Sehingga, lingkungan dan udara di sekitar pelabuhan yang berada di dalam Kota Makassar juga bisa lebih bersih,” ujarnya.

Farid menambahkan, lingkungan bersih dapat dicapai dengan mengurangi emisi gas buang akibat penggunaan bahan bakar High Speed Diesel (HSD) atau minyak solar. Selain itu, Pelindo IV juga sudah menerapkan sistem shore connection yang dipakai dikontrol dengan sistem digitalisasi, untuk seluruh kapal yang sandar  di TPM untuk efisiensi penggunaan bahan bakar kapal yang diganti dengan sumber listrik dari darat. “Dengan demikian, lingkungan kerja di Pelindo IV sudah tidak tercemar karena volume emisi gas buang yang besar selama ini.”

Penghargaan Green Port juga menunjukkan bahwa pengembangan pelabuhan di Pelindo IV telah menuju pelabuhan kelas dunia. Bahkan lanjut Farid, pihaknya sedang menyiapkan untuk semua pelabuhan di Pelindo IV berbasis Green Port. “Kegiatan lain yang juga menjadi indokator Green Port adalah adanya fasilitas limbah B3 di semua pelabuhan yang mendapatkan penghargaan tersebut,” tukasnya.